Mendidik Generasi Islam Yang cerdas, Pintar dan Taat Beragama

Selamat Datang, Welcome, Marhaban di Sekolah MTs AL-Fatah Hidayatullah Tarakan

Senin, 05 Maret 2018

Sikap Keteladanan Menunjukkan Kepribadian

Teladan : Suatu sikap yang dapat di baca / di contoh dalam perilaku positif yang dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari.
Murid Teladan : Seorang anak yang dapat menjadi panutan bagi temannya yang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Perbuatan Baik : Perbuatan yang dapat mendatangkan manfaat, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.
Membiasakan Murid Teladan :
Ucapan : selalu jujur, dapat dipercaya, sopan dan tidak menyinggung orang lain.
Perbuatan : selalu baik, sopan, suka menolong, tidak sombong, dan rajin.
Ciri-ciri Anak Teladan :
Selalu berbuat jujur
Hidup Sederhana
Berlaku disiplin
Memiliki kasih sayang
Tanggung jawab
Selalu rajin
Adil dan bijaksana


Sikap Teladan Siswa di Sekolah :
Datang tepat waktu
Tidak menyontek
Kejujuran seorang siswa
Melaksanakan tugas piket
Melaksanakan tata tertib
Menjadi ketua kelas yang bijaksana
Siswa berprestasi
Menghormati guru
Rajin belajar
Mengikuti upacara bendera
Mengikuti ekstrakurikuler
Menjaga kebersihan sekolah

Usaha untuk menghindari perilaku menyontek :
Rajin belajar, sehingga menguasai materi pelajaran
Pengawasan yang benar-benar ketat
Percaya diri terhadap kemampuannya sendiri dalam mengerjakan soal / ulangan

Sikap Keteladanan di Rumah :
Berpamitan kepada orang tua
Membantu orang tua
Mendengarkan nasehat orang tua
Mendoakan orang tua
Merawat orang tua ketika sedang sakit
Menjaga nama baik orang tua
Menyanyangi kakak atau adik
Memuliakan tamu
Mendahulukan yang lebih tua
Memelihara hewan dan tanaman dengan baik

Sikap Keteladanan di Masyarakat :
Ikut serta dalam gotong royong
Toleransi beragama
Menolong orang yang terkena musibah
Ikut pos ronda
Menjenguk orang sakit
Aktif mengikuti karang taruna
Bersikap baik kepada tetangga

Manfaat Keteladanan :
Dihormati dan berwibawa
Mengubah perilaku seseorang
Mencapai kesuksesan
Hidup dengan tenang dan teratur


Ciri-Ciri Anak Rajin Belajar :
Dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk belajar
Menyimak dan memperhatikan penjelasan guru dengan sungguh-sungguh
Tidak senang bersenda gurau ketika menerima pelajaran
Membaca kembali pelajaran yang telah diajarkan di sekolah
Tidak malu bertanya apabila belum memahami pelajaran

Belajar tanpa ada yang menyuruh dan paksaan melainkan kesadaran sendiri
Selalu mencari tahu berita / informasi terbaru untuk menambah wawasan dan pengetahuan dari berbagai sumber
Tidak menunda pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru

Ciri Anak Rajin dan Berbudi :

Rajin berdo'a
Rajin belajar
Rajin bekerja
Rajin olah raga
Menghormati semua orang
Menolong orang
Menyelesaikan perselisihan
Mendahulukan kepentingan umum
Menghargai karya orang lain


Share:

17 Cara Agar Sukses Menghadapi UN Dan UASBN serta bisa lulus 100%

Dalam artikel ini saya akan berbagi pengalaman cara menghadapi ujian nasional dengan mudah dan sukses, bukan untuk menyombongkan diri namun saya tidak pernah gagal dalam ujian nasional maupun Ujian sekolah. Serta sukses lulus di perguruan tinggi negeri sampai tingkat studi S2.

Sebagian anak atau siswa ketika mendekati ujian Nasional bingung dalam menentukan pola belajar apa yang sebaiknya ia terapkan. Serta sebagian siswa juga merasa kurang yakin dan percaya pada kemampuan diri ketika menghadapi ujian nasional. Untuk itu diharapkan setelah membaca artikel ini Adik-adik bisa percaya diri lulus ujian nasional dan uasbn 100℅. Pertama-tama Bagaimana sih Cara Agar Sukses Menghadapi UN Dan UASBN ? Berikut tips jitu agar bisa sukses menghadapi ujian nasional.

17 Cara Agar Sukses Menghadapi UN Dan UASBN
 

1. Gunakan analisis Swot dalam memetakan kemampuan diri. 

Analisis Swot sebaiknya digunakan sebagai metode awal dalam menentukan pola belajar yang akan dipilih dalam menghadapi ujian nasional dan uasbn. Analisis Swot sendiri berisi pertanyaan yakni: Apa kelebihan Anda, Apa kelemahan Anda, apa peluang Anda dan apa tantangan-tantangan anda.

Poin I
Apa Kelebihan yang ada pada diri anda sehingga bisa menjadi modal untuk sukses menghadapi ujian nasional dan uasbn.
 

Langkah pertama untuk mengetahui atau mencari gambaran dalam memetakan kemampuan yakni, Mulai dari mencari tahu apa kelebihan anda terkait UN dan UASBN. Misalkan cobalah analisa mata pelajaran saja yang anda sudah cukup dikuasai dan Anda merasa mampu mengatasinya serta analisa semua kelebihan yang ada pada diri anda ketika sedang menjawab ujian pada ujian-ujian senelumnya seperti kecepatan dalam menjawab soal, kemampuan berpikir, daya ingat,dll.

Poin II 

Apa kelemahan anda terkait UN dan UASBN.

Setelah mengetahui apa-apa saja yang menjadi kelebihan Anda. Selanjutnya analisa apa yang menjadi kelemahan anda selama ini dalam menjawab soal ujian. misalkan menganalisa mata Pelajaran apa yang selama ini tidak terlalu Anda kuasai, kenapa anda tidak terlalu menguasai mata Pelajaran tersebut,  keteledoran apa yang biasa anda lakukan ketika menjawab soal. Dll

Poin III

Apa potensi atau peluang yang bisa anda maksimalkan

Potensi atau peluang adalah suatu hal yang bisa mendukung kesuksesan anda dalam menghadapi ujian nasional dan uasbn misalkan memiliki uang yang cukup untuk ikut bimbingan belajar, waktu yang cukup Luang untuk belajar setelah pulang dari sekolah, Teman-teman yang bisa diajak share dan berbagai informasi trik atau tips menghadapi ujian nasional dan uasbn dll

Poin IV

Apa tantangan anda yang bisa menyebabkan anda gagal dalam menghadapi ujian nasional.
Tantangan atau hambatan yang biasa dihadapi siswa yang akan menghadapi ujian nasional dan uasbn seperti malas belajar, tidak pandai memanajemen waktu, Kurangnya referensi atau soal-soal latihan menjelang ujian nasional dan uasbn, tidak terlalu mahir menggunakan komputer (UN disebagian daerah telah berbasis ICT dan menjawab soal ujian secara online)

Itulah gambaran atau cara memetakan kemampuan diri anda terkait UN dan UASBN, selanjutnya setelah mengetahui gambaran kemampuan anda, mulai dari kelebihan, kelemahan, peluang dan tantangan terkait dengan UN dan UASBN selanjutnya anda harus menentukan strategi belajar yang bisa diterapkan agar sukses menghadapi ujian nasional dan uasbn serta bisa lulus 100%.

2. Strategi belajar ampuh sukses menghadapi ujian nasional   
 

1. Manajemen waktu belajar 
Agar bisa sukses menghadapi ujian nasional maka hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah mengatur jadwal belajar, misalkan dalam sehari anda memberi porsi khusus untuk belajar pada diri anda berapa jam? Analisa waktu yang baik untuk anda belajar sehingga bisa dengan mudah menyerap pelajaran misalkan apakah belajar di waktu pagi, siang atau malam hari.

2. Menentukan teknik belajar yang efektif

Dalam rangka menghadapi ujian nasional dan uasbn sebaiknya juga menentukan teknik belajar. Teknik belajar adalah suatu cara dalam belajar sehingga Apa yang dipelajari sulit untuk dilupakan. Salah satu teknik belajar yang efektif adalah fokus untuk mempelajari materi pelajaran tertentu. 

Misalkan hari ini anda memutuskan untuk mempelajari tentang pecahan desimal maka fokuslah untuk hanya mempelajari tentang pecahan desimal tersebut sampai anda benar-benar memahaminya, mulai menjawab soal, menghapal rumus pecahan desimal dan menguasai materi pecahan desimal dll. Jangan mempelajari banyak mata Pelajaran sekaligus dalam sehari karena hal tersebut biasanya tidak efektif dan cenderung membuat anda mudah melupakan apa yang telah dipelajari.

3. Melakukan metode belajar yang bervariasi

Agar tidak mudah bosan dalam belajar apalagi ketika jadwal pelaksanaan UN dan UASBN semakin dekat, maka sebaiknya anda memperatekan metode belajar yang bervariasi misalkan metode belajar secara berkelompok bersama teman-teman yang juga akan mengikuti UN dan UASBN atau biasa juga disebut dengan metode diskusi, anda juga bisa mencoba metode tanya jawab dengan teman anda, dengan cara saling bertanya jawab soal dan materi pelajaran yang berkaitan dengan UN dan UASBN.

4. Menentukan target yang akan dicapai

Salah satu strategi yang bisa membangkitkan motivasi belajar menjelang ujian nasional dan uasbn adalah memberikan target pada diri sendiri hal yang harus dicapai sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. Misalkan dalam jangka waktu sekian materi pelajaran matematika sudah bisa berhasil anda kuasai atau anda bisa membuat target agar bisa lulus ujian nasional dengan status nilai ujian paling tinggi dalam tingkat kabupaten atau provinsi bahkan tingkat nasional. Dengan memiliki target yang jelas maka dijamin semangat belajar Anda akan bertambah berkali-kali lipat.

5. Memaksimalkan penguasaan materi pelajaran

Hal yang yang cukup penting yang harus bisa anda lakukan adalah memaksimalkan penguasaan materi pelajaran, yakni dengan berusaha menguasai mata pelajaran yang kurang anda kuasai anda usahakan secara maksimal untuk bisa menguasainya. Dan adapun mata Pelajaran yang anda kuasai sebaiknya semakin dipermantap. 


Orang yang hendak mengikuti ujian nasional ibaratkan orang yang sedang ingin pergi menangkap ikan, ikan yang bisa anda dapatkan tergantung apa yang anda gunakan untuk menangkap ikan tersebut. Jika anda menggunakan pancing sudah bisa dipastikan hanya ikan tertentu yang bisa anda tangkap namun jika menggunakan jala maka semua jenis ikan bisa anda tangkap mulai dari ikan kecil, sedang dan besar. 

Analogi tersebut mengisyaratkan, bahwa jangan hanya kebanyakan latihan menjawab soal-soal karena jika hanya fokus memperbanyak latihan menjawab soal, maka kemungkinan soal yang bisa anda jawab dalam UN dan UASBN, hanya soal-soal yang mirip atau setipe dengan soal yang anda pelajari saat latihan. Namun jika kamu fokus menguasai materi UN dan UASBN kemungkinan besar semua tipe soal yang muncul dalam UN dan UASBN bisa anda taklukkan. Dan alangkah baiknya anda memaksimalkan antara memperbanyak penguasaan materi UN dan UASBN sembari latihan menjawab soal.

6. Mereview materi pelajaran yang pernah dipelajari

Langkah selanjutnya yang bisa anda lakukan agar sukses menghadapi ujian nasional adalah mereview kembali pelajaran yang pernah dipelajari mulai dari bangku kelas 1 sampai kelas 3. Karena bisa dipastikan soal yang muncul dalam ujian nasional adalah materi pelajaran yang selama ini pernah anda pelajari. Jadi adalah hal bijak jika anda kembali membuka catatan catatan Anda saat mulai kelas 1 sampai kelas 3.

7. Mempelajari materi kisi-kisi UN dan UASBN

Cara terakhir agar sukses menghadapi UN dan UASBN adalah mempelajari kisi-kisi UN dan UASBN, dalam kisi-kisi UN dan UASBN terdapat materi pelajaran yang akan muncul pada ujian nasional dan ujian akhir sekolah berstandar nasional. 


Soal yang muncul dalam UN dan UASBN dibuat berdasarkan indikator yang ada dalam kisi-kisi UN dan UASBN, jadi perbanyak latihan menjawab soal sesuai dengan apa yang ada dalam kisi-kisi UN dan UASBN Walaupun soal yang muncul tidak sama persis dengan materi latihan soal UN dan UASBN namun bisa dipastikan tipe soal kemungkinan sama. 

Materi pelajaran yang tidak ada dalam kisi-kisi UN dan UASBN sebaiknya tidak dipelajari karena bisa dipastikan materi tersebut tidak akan muncul dalam UN dan UASBN.  Dan jika anda mampu menguasai sepenuhnya materi pelajaran dalam kisi-kisi UN dan UASBN maka besar kemungkinan anda akan sukses menghadapi ujian nasional dan uasbn.

Demikianlah strategi belajar yang bisa adik-adik lakukan agar bisa sukses menghadapi ujian nasional. Dan sebagai tambahan adalah anda juga perlu memahami hal-hal yang perlu di perhatikan menjelang UN dan UASBN. Adapun hal-hal yang perlu di perhatikan menjelang UN dan UASBN adalah sebagai berikut

3. Hal yang perlu di perhatikan menjelang UN dan UASBN   
 

1. Menjaga kesehatan tubuh
Hal yang tidak boleh diabaikan menjelang UN dan UASBN adalah kesehatan, kesehatan sangat berpengaruh terhadap kesiapan anda mengikuti UN dan UASBN. Jadi atur pola hidup, mulai dari istirahat yang cukup, makan makanan bergizi dll.

2. Mempersiapkan kelengkapan UN dan UASBN

Agar pada hari H atau hari pelaksanaan UN dan UASBN telah tiba dan anda tidak kerepotan lagi. mempersiapkan kelengkapan UN dan UASBN sebaiknya jauh-jauh hari sebelumnya anda sudah mempersiapkannya, mulai dari id cards peserta UN, buku cakaran, pulpen, pensil dan papan alas ujian.

3. Datang mengecek lokasi ujian

Sebaiknya beberapa hari sebelum ujian anda datang mengecek lokasi ujian, mulai dari mengetahui ruang mana yang akan anda tempati, bangku atau posisi tempat duduk anda dll.

4. Tidur yang cukup 

Beberapa hari sebelum ujian nasional berlangsung usahakan untuk tidur secukupnya. Karena jika kurang tidur akan berpengaruh terhadap konsentrasi dan membuat anda kurang fokus dalam menjawab soal.

5. Meminta doa restu orang tua

Agar ujiannya bisa berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal maka alangkah baiknya jika meminta doa restu orang tua karena kesuksesan anda juga di pengaruhi oleh ridho dan doa dari orang tua.

6. Berdoa

Segala sesuatu sebaiknya diawali dengan doa dan begitu pun harus diakhiri dengan doa. Selain itu agar bisa sukses menghadapi UN dan UASBN maka perbanyaklah berdoa agar semua harapan dan cita-cita bisa terwujud.

Demikianla 17 Cara Agar Sukses Menghadapi UN Dan UASBN, adik-adik bisa mencoba mempraktekkan agar bisa sukses menghadapi ujian nasional dan ujian akhir sekolah berstandar nasional. Semoga bermanfaat.


Share:

Selasa, 23 Januari 2018

Manfaat kegiatan ekstrakurikuler dari segi kognitif.


1. Ilmu pengetahuan yang didapatkan siswa lebih kontekstual (nyata)
Jika dalam kegiatan intrakurikuler kebanyakan anak mempelajari hal-hal yang bersifat teoritis maka pada kegiatan ekstrakurikuler anak akan lebih banyak belajar hal yang lebih bersifat praktis atau praktikum. Atau lebih tepatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler anak akan mempraktekkan apa yang dipelajarinya di ruang kelas. Misalkan di dalam kelas guru mengajarkan bagaimana pentingnya kerja sama maka dalam kegiatan ekstrakurikuler anak-anak akan mempraktekkan langsung tentang manfaat dari kerjasama karena kebanyakan aktivitas dalamkegiatan ekstrakurikuler mengajarkan tentang kerjasama team. Jadi pembelajaran dalam kegiatan ekstrakurikuler cenderung lebih bermakna.

2. Sebagai ajang pengembangan ilmu pengetahuan siswa.
Hal-hal positif lainnya dari kegiatan ekstrakurikuler bagi anak adalah kegiatan ekstrakurikuler menjadi wadah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan anak. Misalkan  dalam kegiatan intrakurikuler anak diajarkan tentang kepemimpinan maka dalam kegiatan ekstrakurikuler anak akan lebih memaknai sikap kepemimpinan tersebut seperti seorang pemimpin harus memiliki sikap bertanggung jawab, berani, jujur, dapat dipercaya dll hal tersebut karena mereka mempraktekkan langsung tentang hal tersebut. Ibaratkan anak yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti pepatah sambil menyelam minum air, atau sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

3. Melatih kemampuan berpikir anak 
Manfaat lain dari kegiatan ekstrakurikuler dari segi kognitif ialah melatih kemampuan berpikir anak, kenapa demikian karena kebanyakan kegiatan ekstrakurikuler menyajikan materi yang menantang kemampuan anak seperti games, perlombaan, petualangan, kerjasama team dll yang pada hakikatnya erat kaitannya dalam kemampuan berpikir anak dalam menyelesaikan masalah atau tugas dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Manfaat kegiatan ekstrakurikuler dari segi afektif 
Share:

Selasa, 19 Desember 2017

Lomba cerdas cermat untuk galang kompetisi yang positif.

Menurut Deaux, Dane, & Wrightsman (1993), kompetisi adalah aktivitas mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok. Individu atau kelompok memilih untuk bekerja sama atau berkompetisi tergantung dari struktur reward dalam suatu situasi.
Menurut Chaplin (1999), kompetisi adalah saling mengatasi dan berjuang antara dua individu, atau antara beberapa kelompok untuk memperebutkan objek yang sama.

Sedangkan dalam dunia biologi Kompetisi dapat di artikan sebagai persaingan antara dua organisme atau lebih untuk mendapatkan kebutuhan hidup mereka. Berdasarkan kebutuhan tersebut kompetisi dibagi menjadi:
(1) Kompetisi teritorial yaitu kompetisi untuk memperebutkan wilayah atau teritori tempat tinggal organisme, hal ini berkaitan dengan kompetisi selanjutnya.
(2) Kompetisi makanan yaitu kompetisi untuk memperebutkan mangsa atau makanan dari wilayah-wilayah buruan.

Kompetisi juga dapat dibagi menjadi:
(1) kompetisi internal adalah kompetisi pada organisme dalam satu spesies dan
(2) kompetisi eksternal adalah kompetisi pada organisme yang berbeda spesiesnya. Kompetisi dapat berakibat positif atau negatif bagi salah satu pihak organisme atau bahkan berakibat negatif bagi keduanya. Kompetisi tidak selalu salah dan diperlukan dalam ekosistem, untuk menunjang daya dukung lingkungan dengan mengurangi ledakan populasi hewan yang berkompetisi.

Jika kita bicara tentang kompetisi tentu disekolah pun kita perlu melakukan kompetisi-kompetisi tertentu dengan tujuan yang beraneka ragam. Dengan tujuan yang beragam tersebut tentu jenis kompetisi yang dilakukan menjadi beragam pula. Tapi kali ini kita tidak akan membahas hal tersebut. Kita akan fokus membahas manfaat kompetisi itu sendiri bagi para siswa.

Jika di era kurikulum KTSP dan era kurikulum 2013 titik tekan dunia pendidikan fokus pada pendidikan karakter beserta penilaiannya. Saya berharap ada era dimana kurikulum fokus pada kompetisi sekolah seperti era kejayaan pak Harto. Pada faktanya banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dari kompetisi sekolah, seperti dibawah ini.

Meningkatkan motivasi belajar
Bagi sobat-sobat yang merasakan era pak Harto tentu merasakan era dimana hampir setiap sore selalu ada acara lomba cerdas cermat di TVRI. Dan Hal ini menjadi trend ketika itu yang di ikuti hampir seluruh sekolah di indonesia. Trend lomba cermat inipun tak hanya booming di sekolah-sekolah tetapi juga booming bagi anak-anak SD di pojok-pojok area kampung.  Meraka bermain ala ala cerdas cermat menguji kemampuan mereka dengan teman sebayanya. Secara tidak langsung trend tersebut ternyata mendongkrak motivasi belajar siswa. Sehingga pada saat itu buku RPUL (Rangkuman pengetahuan umum) dan buku RPAL (Rangkuman pengetahuan alam) selalu menjadi pegangan saat ingin bermain di pojok kampung. Artinya jelas bahwa Kompetisi-kompetisi sekolah memang senjata ampuh untuk meningkatkan motivasi belajar.

Membangun learning community
Melalui berbagai kompetisi beregu secara otomatis learning communiy menjadi terbentuk. Tanpa harus dipaksa-paksa untuk disuruh belajar bersama a, mereka pasti belajar secara berkelompok. Belum lagi dorongan untuk mencapai kemenangan akan mendorong anggota lainnya untuk mengajari teman se regu lainnya dan inilah yang disebut learning community.

Membangun daya saing
Kualitas hanya bisa terbentuk dengan adanya daya saing. Berbagai kompetisi yang dilakukan di sekolah yang sejatinya adalah persaingan tentu akan membentuk kualitas. Dan inilah yang memang kita harapkan.

Membangun sportivitas
Siap menang berarti juga harus siap kalah, kekalahan dalam kompetisi  ternyata bisa membangun spotivitas pada invidu.  Sportivitas tak bisa diajarkan hanya lewat teori-teori saja. Dan untuk mengajarkan sportivitas saya rasa satu-satu nya jalan adalah memberikan mereka kesempatan untuk merasakan ikut dalam dinamika kompetisi.

Long term memory
Pernah dengar teori long term memory (bahasa kasarnya ngelotok di otak) ???yaitu teori ingatan jangka panjang. Seorang siswa akan mengingat pelajaran dalam cakupan long term memori hanya jika mereka merasakan pengalaman yang bermakna. Apakah belajar didalam kelas dengan metode itu-itu saja bisa membentuk pengalaman bermakna???saya rasa tidak. Berdasarkan beberapa penelitian, pengalaman bermakna yang mereka dapat justru kebanyakan berasal dari aktivitas organisasi ektrakurikuler yang mereka ikuti. Seperti berkemah, hiking, LDK dan sebagainya. Sedangkan sebagian lagi menyatakan mereka masih mengingat tentang aneka lomba dan prestasi, yang mereka dapatkan disaat mereka masih kecil.
Artinya jelas bahwa pengalaman bermakna bisa didapat dari berbagai aktivitas yang memang melibatkan aktivitas fisik dan dinamika emosional yang mereka rasakan, dan salah satu aktivitas tersebut adalah kompetisi sekolah.
Share:

Pentingnya pendidikan spiritual di sekolah

Dengan mencermati kehidupan saat ini, dengan tingkat kriminalitas yang semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitas, gaya hidup konsumerisme dan hedonisme, sikap hidup ingin serba instan, meterialisme, dan lain-lain. Jika kecenderungan kehidupan seperti tersebut dibiarkan maka tidak mustahil cepat-lambat bangsa ini akan jauh tertinggal bahkan jatuh ke jurang kehancuran, … tentunya kita akan merasa prihatin.
Kehidupan kita saat ini adalah cerminan dari kondisi sebelumnya atau masa lalu. Dan kehidupan saat ini akan mewarnai kondisi kehidupan di masa depan. Pendidikan dan pembudayaan merupakan hal yang sangat penting dalam proses pemaknaan dan pewarnaan kehidupan manusia, baik pribadi maupun kelompok.
Keadaan kehidupan kita saat ini merupakan cerminan dari proses pendidikan yang dijalankan sebelumnya. Kita bisa melihat bagaimana bangsa-bangsa yang maju pada saat ini, mereka telah menginvestasikan pendidikan yang bermutu sebelumnya.
Penyelenggaraan pendidikan tidak bisa main-main, sambilan atau setengah hati, karena pendidikan seorang atau suatu bangsa akan sangat berperan bagi kemajuan kehidupan di masa yang akan datang. Saat ini kita masih belum puas dengan sistem dan model pendidikan ,yang tengah berjalan , yang dinilai masih parsial, apa adanya, belum maksimal, belum mampu menjawab tantangan jaman dan belum mampu membentuk esensi pendidikan, yaitu membangun dan membentuk peserta didik yang berkarakter unggul serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan spiritual.
Pendidikan kita saat ini hanya sibuk dengan pengembangan otak sebelah kiri, parisal, dan hanya melahirkan pribadi yang terpecah (split personality). Sejatinya pendidikan harus mampu membangun sumber daya insani yang utuh (holistik), terpadu (integrated), mampu mengembangkan dengan seimbang seluruh potensi yang dimiliki antara potensi akal, emosi, badan, dan rohani. Hasil pendidikan menunjukkan dari sekian potensi yang ada, potensi spiritual merupakan dasar dan inti kehidupan manusia. Seorang filosof bernama Tierde Cardin menyebutkan bahwa manusia bukanlah makhluk dunia yang mengalami kehidupan akhirat (spiritual). Namun manusia adalah makhluk spiritual yang mengalami kehidupan dunia. Ungkapan ini mengandung makna yang sangat dalam dan menarik untuk dicermati, bahwa dimensi spiritual pada manusia sangatlah penting (urgen) untuk diperhatikan.
Pendidikan berbasis spiritual
Kehidupan di dunia ini bukanlah tujuan tetapi hanyalah sementara, dan akan terus maju menuju alam keabadian alam akhirat. Konsep dan gagasan seperti itu penting untuk dipahamkan kepada siswa sehingga mampu memahami dan memaknai kehidupan dengan benar. Untuk itu , teori dan praktis pendidikan yang saat ini dijalankan harus berbasis dan berorientasi nilai-nilai spiritual. Dengan tidak menafikan perjuangan kehidupan di dunia ini, pendidikan berbasis spiritual merupakan ruh atau jiwanya dari keseluruhan proses pendidikan dan kehidupan siswa.
Pendidikan berbasis spiritual harus mampu menyentuh sisi paling dalam peserta didik yaitu hati atau qolbunya, sehingga peserta didik tahu dan sadar bahwa dirinya diciptakan Allah, lahir ke dunia dengan tugas ibadah, mampu hidup bersyukur, menyayangi sesama manusia dan makhluk lainnya karena Allah semata, taat dan rajin beribadah, peduli pada sesama, hormat pada orangtua maupun guru. Jika nilai-nilai spiritual tertanam di dalam lubuk sanubari para siswa, niscaya kehidupan anak akan senantiasa diwarnai dengan sikap positif, proaktif, produktif, progressif, partisipatif ,dan last but not least , memiliki sikap rendah hati , tawadhu serta taqwa .
Tahapan pendidikan spiritual
Untuk membangun model pendidikan dan pembelajaran berbasis spiritual, tahap-tahap yang harus diikuti meliputi :
  1. Pemaknaan pada tahap ini peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangan usianya, harus mengetahui dan memahami tentang makna (arti) belajar dan pendidikan, mengapa belajar itu penting, untuk apa dan karena siapa. Pada tahap ini peran nilai-nilai karena tujuan pendidikan harus sejalan dan sejalin dengan tujuan hidup umat manusia. Anak harus paham bahwa sekolah atau pendidikan harus dimaknai dan niat ibadah kepada Sang Maha pencipta, Allah SWT.
  2. Membangun dan menanamkan motivasi yang kuat yang bersumber dari nilai-nilai spiritual tadi. Bahwa niatnya ibadah, tujuannya ridha Allah orientasinya pahala akhirat.
  3. Membangun sikap positif. Sikap dalam belajar dan hidup merupakan hal yang sangat penting. Sikap positif, optimisme, penuh syukur, sabar, tawakal niscaya akan membentuk pribadi atau karakter yang unggul, pantang menyerah.
  4. Mengembangkan kemampuan (skill), keterampilan dan hidup, baik yang bersifat umum atau khusus sangatlah penting. Setiap anak harus mampu memahami segala fenomena kehidupan dengan kecakapan yang dimilikinya, kecakapan berfikir, komunikasi, menggali informasi, hidup bersama dengan yang lain dan sebagainya.
  5. Membangun wawasan/ pengetahuan. Dengan semakin bertambah usia, bertambah pula wawasan dan pengetahuannya, sehingga semakin dalam pula pengenalan dan kecintaannya terhadap Sang Pencipta. Melalui pengatahuan yang terus berkembang diharapkan anak semakin paham dan sadar tentang fenomena kehidupan.
  6. Pembiasaan, pembudayaan atau latihan. Manusia adalah apa yang sering dilakukannya secara berulang-ulang. Pembiasaan atau pembudayaan sangatlah penting bagi manusia atau belajar. Hal-hal yang benar, baik, dan bagus harus dibiasakan dan dibudayakan sehingga lambat laun menjadi kepribadian atau karakter. Dalam agama yang namanya peribadahan dilaksanakan berulang-ulang – dibiasakan. Menurut Stephen R. Covey dalam bukunya “Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif”, manusia dapat meraih keberhasilan dalam hidup dengan memiliki dan terus mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang efektif atau bagus.
  7. Prestasi atau performance. Hasil positif akan mendorong motivasi dan prestasi baru. Untuk meraih prestasi optimal peserta didik harus berawal dari pemaknaan yang benar. …
Dengan diterapkannya konsep spiritualisasi pendidikan atau pembelajaran. Integritas antara iman dan ilmu, akal dan agama, hati dan pikiran adalah salah satu model agar pendidikan secara efektif mampu membangun pribadi yang utuh. Integrasi ilmu pengetahuan, tekonologi (IPTEK) dan iman, taqwa (IMTAQ), adalah hal yang mutlak dan mendesak untuk diterapkan pada saat ini.
Melalui keterpaduan antara IPTEK dan IMTAQ diharapkan mampu melahirkan para remaja disamping pintar juga berkarakter, disamping sukses juga shaleh. Bagaimanakah memadukan antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan fisik (PQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).
Spiritualisasi pendidikan akan efektif jika seluruh pengampu berkepentingan pendidikan (stakeholders) sadar, yakin dan bekerjasama untuk memajukan model pendidikan yang utuh (holistik) dan terintegrasi. Pendidikan adalah proses yang sistemik, tidak mungkin keberhasilan pendidikan diraih maksimal, tanpa kerjasama dan keterlibatan semua pihak.
Membangun etika dan moral pelajar kita saat ini, merupakan hal yang sangat mendesak serta urgen dilaksanakan, jika tidak segera, maka bangsa Indonesia harus membayar harga sosial yang sangat mahal, berupa kehancuran dan kekacauan kehidupan bangsa di masa depan. Kekuatan sebuah bangsa adalah terletak pada bagaimana keadaan moralitas warga negaranya.
Share: