Mendidik Generasi Islam Yang cerdas, Pintar dan Taat Beragama

Selamat Datang, Welcome, Marhaban di Sekolah MTs AL-Fatah Hidayatullah Tarakan

Jumat, 26 Agustus 2016

Tiga Hal Keunggulan Madrasah dari Sekolah Umum

Kementerian Agama menyatakan, Madrasah bukan lagi sekolah alternatif bagi sekolah umum. Indikasi kelulusan, animo masyarakat dan banyaknya prestasi yang sudah diraih membuat masyarakat mampu bersaing dengan sekolah umum.

Kemenag menyebut ada tiga standar ukuran yang menunjukkan kemajuan madrasah dibanding sekolah umum. “Indikasi kelulusan, animo pendaftaran dan prestasi dalam berbagai kompetisi,” ujar Direktur Jendral Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin kepada Republika, Selasa (18/11).

Kamarul mengatakan, jumlah kelulusan sekolah Madrasah sangat baik di banding sekolah umum. Dia menyebut, indikasi kelulusan ujian nasional Madrasah tidak kalah dengan sekolah umum di tingkat nasional. 

“Bahkan pada tahun 2013 dan 2014, di tingkat sekolah menengah, jumlah kelulusan MTS (Madrasah Tsanawiyah) secara nasional lebih bagus lebih bagus dari pada SMP (Sekolah Menengah Pertama). Memang MA sedikit di bawah SMA, kelulusannya,” ujar dia.

Di samping itu, animo masyarakat untuk mendaftarakan anaknya di madrasah juga sangat banyak. Sehingga berbagai madrasah negeri, kewalahan menolak calon siswa yang tidak lolos ujian masuk sekolah. “Madrasah negeri khususnya hanya menerima 20 sampai 30 persen dari pendaftarnya. Jadi di seluruh Indonesia, MAN, MTs Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri menolak rata-rata 80 persen dari pendaftar,” kata dia.

Selain itu, dari segi prestasi, Madrasah memiliki pencapaian yang cukup cemerlang. Madrasah menunjukkan kualitasnnya dalam meraih juara di berbagai kompetisi baik ditingkat nasional ataupun internasional.

“Madrasah memiliki prestasi baik di tingkat nasional hingga internasional. Misalnya, madrasah bisa jadi pemenang olimpiade kimia, fisika,  matematika dan seterusnya. Itu banyak sekali pemenang dari madrasah kita. Khususnya dari MAN Insan Cendekia,” ujar dia.

Saat ini MAN Insan Cendekia berjumlah 20 sekolah di seluruh Indonesia. Kamarun mengatakan bahwa Kemenag akan terus menambah jumlah MAN Insan Cendekia. “Kita targetkan di setiap provinsi ada satu Man Insan Cendekia,” pungkas dia.
Share:

Keuntungan Menyekolahkan Anak Di Madrasah


Pendidikan di Indonesia pada umumnya jika dilihat secara global terbagi menjadi dua, sekolah umum dan sekolah madrasah. Perbedaan sekolah umum dan sekolah madrasah letaknya pada mata pelajaran agamnya. Jika sekolah madrasah atau yang berciri khas agama Islam, pelajaran agamanya lebih diperluas lagi. Berbeda dengan sekolah umum seperti Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Jika dilihat dari kelebihan mata pelajarannya maka banyak keuntungannya jika kita menyekolahkan anak di sekolah yang berciri khas agama Islam seperti Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah.
Sebagai orangtua atau wali siswa, kita harus pandai dan cerdas dalam memilih sekolah untuk anaknya. Disarankan agar menyekolahkan anaknya ke sekolah yang mempunyai nilai lebih dalam mata pelajarannya. Terutama nilai lebih ini merupakan pelajaran agama Islam yang diwajibkan. Jika ilmu dasarnya sangat kuat, terutama ilmu agama, maka saya yakin ketika besar nanti tidak akan terlalu dipusingkan dengan pemahaman ilmu agama.

Kenapa Harus Menyekolahkan Anak di Madrasah?

Tujuan diselenggarakan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk manusia yang beriman kepada Allah SWT. Selain itu diharapkan kedepannya mampu berbudi pekerti, mempunyai pengetahuan umum dan tentunya pengetahuan agama yang mantap. Jika semua itu tercapai, maka akan tercipta sebuah kepribadian yang kuat demi memperkuat pondasi kehidupan di masyarakat dan bangsanya.
Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, maka hanya sekolah yang berciri khas agama Islam seperti Madrasah yang dapat menyajikan dengan  lengkap pengetahuan umum dan pengetahuan agama. Sedangkan Madrasah adalah sekolah umum dimana penyelenggaraannya di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Peranan madrasah sangat dirasakan banyak manfa’atnya dalam membantu mendidik serta mengembangkan anak bangsa.
Selain pengetahuan umum yang diajarkan di Madrasah, pengetahuan agama juga sangat diprioritaskan. Buktinya di Madrasah untuk pelajaran agama terdiri dari lima mata pelajaran, seperti :
  1. Pelajaran Al-Qur’an Hadits. Mempelajari ilmu Al-Qur’an dan Al-Hadits yang terdiri dari belajar cara membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar, hafalan ayat-ayat Al-Qur’an, hafalan Al-Hadits, dan sebagainya;
  2. Pelajaran Akidah Akhlak. Pelajaran ini mempelajari tentang ilmu akidah dan akhlak sehari-hari, seperti bagaimana cara menghormati kedua orangtua, belajar kalimat-kalimat thoyyibah, hafalan asmaul husna, dan masih banyak lagi;
  3. Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Pelajaran SKI khusus mempelajari kisah-kisah perkembangan agama Islam jaman dahulu untuk diambil hikmahnya sebagai contoh yang bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari;
  4. Pelajaran Fiqih. Ilmu Fiqih khusus mempelajari tentang cara-cara ilmu agama seperti, bagaimana cara sholat yang benar menurut aturan sebenarnya, cara memberikan zakat, cara melaksanakan tayamum, dan lain sebagainya;
  5. Pelajaran Bahasa Arab. Ini adalah pelajaran agama terakhir di sekolah yang berciri khas agama Islam seperti Madrasah. Siswa dituntut untuk mempelajari bahasa Arab dengan benar. Mulai dari cara menulis huruf Arab, membaca huruf Arab, kosakata bahasa Arab, serta belajar membuat kalimat bahasa Arab.
Jika di sekolah umum semua pelajaran agama diatas disatukan menjadi satu materi atau pembelajaran. Dengan begitu tentunya pembahasannya juga tidak akan serinci dan selengkap seperti pendidikan di Madrasah. Jadi jelas lebih menguntungkan sekolah di Madrasah daripada di sekolah umum.

Share: